Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi mengajukan Ulos Batak sebagai kandidat Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Pengajuan ini merupakan hasil dari upaya panjang berbagai pihak untuk mengangkat nilai budaya kain tenun tradisional Batak ke tingkat internasional.
Ulos memiliki makna filosofis yang mendalam dalam kehidupan masyarakat Batak. Kain ini tidak sekadar pakaian, tetapi simbol kasih sayang, kehangatan, dan ikatan kekeluargaan. Setiap jenis Ulos memiliki fungsi dan makna berbeda dalam berbagai upacara adat.
Proses pengajuan ini melibatkan dokumentasi menyeluruh tentang teknik pembuatan, motif, dan nilai budaya Ulos. Para penenun tradisional dari berbagai daerah di Sumatera Utara turut dilibatkan dalam proses dokumentasi ini.



